Apakah Pembalut Kain Lebih Aman Dibandingkan Pembalut Biasa?

Pembalut kain adalah pembalut yang dapat dicuci dan digunakan kembali (reusable). Pembalut ini dirancang untuk menggantikan pembalut biasa dan tampon. Namun Anda juga dapat menggunakan pembalut jenis ini bersamaan dengan tampon untuk perlindungan ekstra. 

Pembalut kain lebih tebal dibandingkan dengan pembalut biasa. Dengan begitu, kebocoran tidak perlu Anda khawatirkan. Selain itu, pembalut jenis ini juga lebih aman dibandingkan dengan pembalut biasa dan tampon karena meminimalisasi risiko toxic shock syndrome (TSS).

Cara Kerja Pembalut Kain

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pembalut kain terbuat dari kapas, kain, serat bambu, dan wol. Pembalut ini memiliki lapisan yang sangat banyak karena dirancang khusus untuk menarik dan menahan cairan agar tidak bocor. Dengan begitu, pembalut jenis ini dapat menampung cairan dara lebih banyak yaitu sekitar 30 ml. Oleh karena lapisannya yang tebal dan cepat menyerap cairan, pembalut jenis ini ini sangat cocok digunakan saat malam hari. 

Kelebihan Pembalut Kain

Sebagai pembalut alternatif yang eco-friendly, pembalut kain tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu, pembalut ini juga memiliki keunggulan lainnya seperti:

  • Nyaman dan tidak membuat iritasi karena terbuat dari bahan ramah lingkungan
  • Tidak mudah bocor karena lapisannya tebal sehingga mampu menampung volume darah yang cukup banyak
  • Lebih hemat karena mudah dicuci
  • Mengurangi sampah plastik, sehingga ramah lingkungan.

Perbedaan Pembalut Biasa dengan Berbahan Kain

Pada umumnya, pembalut terbuat dari bahan serat sintetis atau selulosa yang dapat menyerap cairan. Serat itu kemudian mengalami proses pemutihan (bleaching) menggunakan bahan kimia. Bahkan beberapa produsen memasukan zat pewangi ke dalam pembalut. Sayangnya, zat-zat tersebut merupakan volatile organic compounds (VOC) yang dapat menguap dan terserap ke dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko penyakit serius. 

Berbeda dengan pembalut biasa (sanitary pads), jenis ini terbuat dari beberapa bahan kain. Pembalut ini juga bebas dari bahan kimia karena pembuatannya yang hanya menggunakan mesin jahit tanpa proses bleaching, sehingga lebih aman dibandingkan dengan pembalut biasa. Permukaannya juga lebih halus sehingga tidak membuat kulit iritasi. Pembalut kain dapat bertahan hingga bertahun-tahun tergantung pada perawatannya.

Dampak Paparan Bahan Kimia

Menurut CDC, paparan VOC yang terlalu tinggi dapat menimbulkan beberapa reaksi pada tubuh Anda. Dampak dari paparan VOC juga dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu:

  • seberapa banyak bahan kimia yang ada di dalam pembalut
  • frekuensi Anda bersentuhan dengan bahan kimia
  • jenis bahan kimia yang mengenai tubuh manusia 
  • seberapa sensitif Anda terhadap bahan kimia.

Gejala umum yang biasa terjadi akibat terkena bahan kimia antara lain: 

  • Mata gatal, berair, atau terbakar
  • Iritasi kulit atau ruam
  • Iritasi hidung dan tenggorokan
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kelelahan.

Sementara itu, paparan bahan kimia yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kondisi ekstrem. Jika tidak ditangani dan dibiarkan, akan meningkatkan risiko berupa kanker, gangguan pada ginjal dan hati, serta kerusakan sistem saraf.

Itulah penjelasan mengenai keamanan pembalut kain. Meskipun pembalut jenis ini cenderung lebih aman digunakan, namun semua kembali ke kebutuhan Anda. Ada yang nyaman menggunakan pembalut biasa dan ada yang lebih memilih pembalut jenis ini. 

Hal yang perlu Anda pastikan adalah untuk selalu menjaga kebersihan area kewanitaan agar terhindar dari iritasi. Jika selama masa menstruasi Anda mengalami ruam saat menggunakan pembalut berbahan kain maupun sekali pakai yang biasa dijual di minimarket, segera periksakan diri Anda kedokter. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan tampon.

Untuk apa Panty Liner Daun Sirih ? Apakah Mereka Baik untuk Anda?

Tujuan dari panty liner daun sirih masih menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah panty liner hanya produk yang dipasarkan dengan baik dengan sedikit atau tanpa tujuan? Jika tidak, untuk apa mereka? Cari tahu semua tentang panty liner dalam artikel di bawah ini.

Apa itu pantyliner?

Keputihan adalah fenomena yang sangat umum dan sepenuhnya alami. Beberapa orang menggunakan panty liner untuk melindungi pakaian dalam mereka dari keputihan dan menjaga perasaan kering, segar, dan bersih sepanjang hari. Panty liner bekerja paling baik bila diganti setiap tiga hingga empat jam.

Panty liner adalah bantalan penyerap tipis yang dikenakan di buhul pakaian dalam untuk menyerap keputihan atau aliran menstruasi ringan. Panty liner pada dasarnya adalah pembalut versi tipis yang digunakan untuk mencegah noda dan menjaga kebersihan pakaian dalam.

Panty liner hadir dalam berbagai bentuk, opsi portabilitas, dan ukuran, dari panty liner kecil yang ringkas hingga panty liner pelindung besar yang dibuat untuk keputihan berat dan aliran menstruasi yang ringan. Beberapa gaya panty liner dirancang agar pas di dalam tali. Panty liner sekali pakai memiliki perekat yang lengket sehingga dapat menempel di tempatnya. Beberapa desain memiliki sayap yang membungkus pakaian dalam, menawarkan stabilitas tambahan.

Panty liner kain yang dapat digunakan kembali juga tersedia dan tersedia dalam berbagai warna, ukuran, bahan, pola, dan daya serap. Ini dapat dicuci secara teratur dan digunakan kembali selama beberapa tahun. Panty liner yang dapat digunakan kembali diamankan dengan sayap melingkar yang disatukan di ujungnya.

Untuk apa panty liner?

Kegunaan panty liner adalah untuk menyerap keputihan sehari-hari, aliran haid yang tidak terduga, bercak ringan, noda di awal dan akhir haid, dan keputihan setelah berhubungan intim. Tampon, pembalut, dan cangkir menstruasi dapat digunakan dengan panty liner untuk perlindungan ekstra. Beberapa orang menganggap panty liner lebih fleksibel dan nyaman daripada pembalut.

Keputihan normal dan terjadi karena berbagai alasan sepanjang siklus menstruasi (menjaga agar vagina tetap terlumasi, ovulasi, dan gairah, untuk beberapa nama). Mengenakan panty liner daun sirih dapat membantu menjaga pakaian dalam tetap kering dan bebas dari noda.

Memiliki panty liner di tangan mungkin berguna selama masa pubertas, karena bercak dan periode yang tidak terduga bisa sering terjadi.

Manfaat panty liner

Manfaat panty liner adalah:

  • Panty liner memberikan perlindungan sehari-hari dari kebocoran urin, keputihan, dan menstruasi yang tidak terduga.
  • Panty liner membantu menjaga kelembapan.
  • Panty liner dapat membantu pada hari-hari terakhir menstruasi ketika masih ada sedikit pendarahan. Panty liner berguna saat alirannya tidak cukup deras untuk menggunakan tampon atau pembalut.
  • Panty liner dapat membantu menjaga kebersihan pakaian dalam.
  • Panty liner dapat membantu mengatasi inkontinensia orang dewasa.
  • Panty liner dapat membantu aliran postpartum ringan, yang dapat terjadi selama beberapa minggu atau terkadang berbulan-bulan setelah melahirkan.

Apakah panty liner buruk untuk Anda? Potensi kerugian

Beberapa tips panty liner penting yang perlu diingat adalah:

  • Panty liner dapat dipakai sebelum atau sesudah menstruasi, tetapi tidak dimaksudkan untuk aliran yang deras.
  • Panty liner dapat bergesekan dengan labia, mungkin memicu kemerahan, iritasi, dan gatal.
  • Panty liner beraroma mungkin mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi jaringan sensitif di sekitar vagina.

Baik pakaian dalam berserat sintetis maupun penggunaan panty liner secara teratur dengan lapisan kedap air menghalangi sirkulasi udara ke organ reproduksi dan tidak membiarkan keringat menguap. Para ahli merekomendasikan untuk menggunakan liner bernapas yang tidak mempengaruhi aliran udara dan menjaga pakaian Anda tetap kering.

Cara menggunakan panty liner: tips sederhana

  • Sama seperti pembalut, panty liner dapat dikenakan di dalam pakaian dalam dan memiliki strip perekat di bagian bawah untuk menahannya.
  • Sebuah panty liner harus ditempatkan secara vertikal dan dibungkus dan diamankan di sekitar buhul celana dalam.
  • Sebuah panty liner harus segera diganti jika menjadi terlalu lembab.
  • Hindari memakai panty liner di malam hari. Mereka perlu diubah sesering mungkin untuk mengurangi kemungkinan infeksi.
  • Hindari memakai panty liner beraroma, karena dapat memicu rasa gatal dan tidak nyaman. Gunakan produk kapas organik tanpa pewangi sebagai gantinya.
  • Panty liner daun sirih dapat digunakan untuk perdarahan pascapersalinan, yang disebut lochia. Lochia bertahan hingga delapan minggu setelah melahirkan dan tidak berbahaya.

Apakah Lama Pendarahan Setelah Keguguran Tanpa Kuret Berbahaya?

Keguguran tanpa kuret umumnya tidak membahayakan ibu apabila janin yang gugur masih berusia 10 minggu atau kurang. Apabila usia kehamilan di atas 10 minggu, keguguran yang terjadi berisiko tidak lengkap (incomplete miscarriage). Artinya, masih ada sisa jaringan janin di dalam rahim. Sebaiknya jaringan itu segera dikeluarkan agar tidak memicu komplikasi berbahaya pada tubuh ibu.

Salah satu perbedaan darah haid dan darah keguguran adalah dari durasinya

Keguguran ada banyak jenisnya, dan masing-masing bisa membutuhkan perawatan yang berbeda. Jadi, tidak semua keguguran membutuhkan prosedur kuretase.

  1. Keguguran tanpa kuret dengan cara alami

Keguguran yang terjadi pada masa awal kehamilan, umumnya terasa seperti menstruasi tapi sedikit lebih menyakitkan. Kondisi ini akan diawali dengan munculnya bercak-bercak darah dengan peningkatan volume, disertai dengan munculnya gumpalan-gumpalan yang merupakan jaringan janin. Perdarahan akibat keguguran saat hamil muda ini, biasanya akan terjadi selama satu hingga 2 minggu. 

Namun, pendarahan yang disertai gumpalan dan aliran darah yang lebih deras hanya terjadi selama beberapa hari. Dalam dua minggu tersebut, darah tidak selalu mengalir dengan deras. Setelah itu, jika menurut dokter rahim dirasa sudah bersih, maka Anda pun bisa melalui cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret. Untuk mendampingi proses ini, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri untuk membantu meredakan kram. Setelah mengalami keguguran ini, normalnya siklus menstruasi akan terjadi dalam jangka waktu 4 sampai 6 minggu setelah keguguran.

  1. Obat untuk mengatasi keguguran tanpa kuret

Keguguran tanpa kuret bisa dilakukan dengan minum obat khusus. Obat berisi hormon prostaglanding bisa memfasilitasi keguguran tanpa kuret. Selain metode alami dengan menunggu, cara mengeluarkan janin tidak berkembang tanpa kuret juga bisa dilakukan dengan obat jenis tertentu. Sehingga, ibu yang mengalaminya tidak perlu melalui proses kuretase.

Sebagai cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan khusus bagi ibu. Ini akan membantu keluarnya janin gugur secara lebih cepat. Obat yang dipilih sebagai cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret ini mengandung hormon prostaglanding. Nantinya, hormon ini akan memicu reaksi yang sama dengan proses menunggu janin yang gugur dan keluar dengan sendirinya. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan jadi jauh lebih singkat.

Jika pada cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret dengan menunggu dibutuhkan beberapa hari hingga minggu, proses dengan bantuan obat ini akan selesai hanya dalam waktu beberapa jam. Selama proses menunggu keluarnya jaringan janin yang gugur, Anda biasanya akan dianjurkan untuk beristirahat di rumah sakit.

Saat obat sudah mulai bekerja, maka perdarahan akan mulai terjadi. Darah yang keluar awalnya berjumlah sedikit, tapi lama-kelamaan akan semakin banyak dan disertai dengan gumpalan-gumpalan. Rasa kram di perut juga akan mulai muncul.

Tidak semua keguguran harus dikuret. Namun, ibu harus menyadari tanda keguguran yang dialami, yaitu

  • Nyeri punggung bawah
  • Bercak darah atau gumpalan jaringan dari jalur lahir
  • Kram perut
  • Pendarahan
  • Demam
  • Lemas

Keguguran yang tidak dikuret boleh dilakukan. Asal, seluruh sisa jaringan janin sudah keluar dari rahim. Dalam istilah medis, jenis keguguran ini disebut juga abortus komplit.

Keguguran tanpa prosedur kuret memang bisa menjadi pilihan untuk beberapa ibu. Namun, ada beberapa kondisi yang memang sangat membutuhkan kuretase, seperti ini.

  • Perdarahan yang keluar sangat banyak
  • Jaringan janin tidak keluar sepenuhnya (masih ada yang tertinggal di rahim)
  • Keguguran memicu kondisi lain yang membahayakan ibu
  • Keguguran terjadi saat usia janin sudah cukup besar
  • Ibu ingin segera menyelesaikan proses pengeluaran janin tanpa harus menunggu lama

Jadi, lama pendarahan setelah keguguran tanpa kuret tidak berbahaya bagi ibu hamil yang mengalami keguguran saat usia kehamilan di bawah 10 minggu. Jika usia kehamilan di atas 10 minggu, sangat disarankan untuk melakukan kuretase. Hal ini bertujuan agar sisa – sisa janin tidak tertinggal di dalam rahim. Justru jika tidak dibersihkan dengan cara kuretase, ini yang nantinya akan membahayakan.