Penyebab Psikosis dan Cara Mengatasinya

Penyebab Psikosis dan Cara Mengatasinya

Psikosis adalah suatu kondisi yang memengaruhi cara seseorang untuk mempersepsikan dunia di sekitarnya. Cara pandang orang psikosis sangat berbeda dengan orang pada umumnya.

Kondisi ini mungkin datang dan pergi, mungkin bertahan lama. Hingga kini masih dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai psikosis dan kondisi-kondisi turunannya.

Umumnya, orang yang mengalami psikosis akan mendengar suara-suara yang tidak didengar atau orang lain atau melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh orang lain.

Kondisi ini sempat disebut sebagai gejala terhadap masalah kesehatan mental, tetapi klaim tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab, gangguan kepribadian ini terjadi tidak selalu karena penyakit mental.

Jenis-jenis psikosis

Secara umum, ada tiga tipe psikosis yang sudah dikategorikan, yaitu halusinasi, delusi, dan gangguan kognitif.

Halusinasi

Ketika Anda bisa melihat, mendengar, atau merasakan hal-hal yang tidak dialami oleh orang lain. Contohnya:

  • Mendengar suara-suara
  • Melihat hal yang tidak dilihat orang lain
  • Merasakan sentuhan seseorang yang tidak ada
  • Mencium aroma, orang lain tidak

Bentuk halusinasi yang paling sering terjadi adalah mendengar suara-suara yang tidak didengar oleh orang lain. Ada beberapa bentuk suara, seperti:

  • Suara pria atau wanita
  • Suara seseorang yang pernah Anda kenal atau tidak dikenal sama sekali
  • Menggunakan bahasa berbeda
  • Berbisik atau suara berteriak
  • Suara yang mengganggu

Delusi

Delusi adalah keyakinan yang tidak didasarkan pada realitas. Keyakinan ini mungkin terasa nyata bagi Anda, tapi dianggap aneh oleh orang lain. Sebagai contoh:

  • Merasa diri Anda dimata-matai oleh agen rahasia atau semacamnya
  • Merasa ada banyak orang yang ingin membunuh Anda, entah orang asing atau orang yang Anda kenal
  • Yakin ada teknologi yang ditanamkan di otak Anda untuk mengontrol Anda
  • Merasa memiliki kekuatan super, semacam pahlawan atau dewa
  • Yakin bahwa makanan atau minuman Anda diracun.

Gangguan kognitif

Berikutnya, orang dengan psikosis mungkin mengalami gangguan kognitif yang sangat beragam. Contohnya:

  • Gangguan untuk bicara dan berpikir
  • Berpikir terlalu cepat
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah lupa
  • Sulit memahami informasi baru
  • Tidak mudah membuat keputusan

Penyebab psikosis

Tidak ada yang tahu pasti apa penyebab psikosis. Ada berbagai alasan untuk seseorang mengalami psikosis, alasan ini juga berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian besar penderita gangguan kepribadian ini mengalaminya karena pengalaman atau faktor eksternal.

Hingga kini masih dilakukan penelitian untuk mencari tahu penyebab psikosis dan langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Meski begitu, secara umum ada beberapa penyebab psikosis seperti:

  • Cedera atau sakit. Anda mungkin berhalusinasi jika mengalami demam tinggi atau cedera di kepala. Halusinasi juga umum terjadi pada penderita Alzheimer.
  • Trauma atau pelecehan. Pengalaman dilecehkan atau trauma terhadap sesuatu dapat memperbesar peluang Anda mengalami gangguan kepribadian ini.
  • Kelaparan. Halusinasi sangat mungkin terjadi pada orang yang kelaparan, khususnya jika kadar gula darah begitu rendah.
  • Kurang tidur. Terlalu lama terjaga berdampak buruk terhadap kesadaran manusia dan dapat memicu halusinasi.
  • Duka. Kehilangan keluarga atau seseorang yang dicintai dapat memicu halusinasi, khususnya jika Anda tidak merelakannya.
  • Genetik. Tidak bisa dihindari, tipe gangguan kepribadian ini juga dapat diturunkan dari orang tua, meski peneliti masih mencari tahu mengapa hal ini bisa terjadi.
  • Alkohol. Konsumsi alkohol dapat mencegah pengobatan psikosis dan memperburuk gejalanya.
  • Obat resep. Anda mungkin mengalami psikosis sebagai efek samping dari pengobatan yang rutin Anda konsumsi untuk penyakit tertentu.
  • Obat-obatan rekreasional. Belum ada penelitian yang mengaitkan penggunaan obat-obatan rekreasional seperti ganja. Namun, penggunaan obat-obatan jenis ini mungkin memperburuk kondisi psikosis.

Mengatasi psikosis

Mengatasi psikosis tidak mudah. Ada perjalanan panjang yang harus dilalui, tentunya dengan dukungan maksimal dari orang-orang terdekat anda.

Tentu Anda perlu menemui psikiater yang tepat untuk menceritakan kondisi Anda dan menemukan pengobatan yang tepat. Nantinya psikiater akan menentukan perawatan yang bisa Anda coba.

Ada beberapa perawatan untuk tipe gangguan kepribadian ini yang biasa dilakukan, di antaranya:

  • Terapi bicara
  • Pengobatan antipsikotik
  • Terapi kesenian
  • Bantuan keluarga

Tentunya, perawatan ini bukan berarti menyembuhkan gangguan kepribadian ini sepenuhnya. Anda mungkin mengalami gejala dalam masa dan setelah perawatan.

Meski begitu, setidaknya perawatan yang tepat dapat membantu Anda menemukan cara menerima dan mengatasi psikosis, supaya tidak sampai menimbulkan stres berlebih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *