Pola Konsumsi Sebabkan Feses Berbau Menyengat

Seenak dan semahal apapun makanan (atau minuman) yang dikonsumsi oleh seseorang, ia akan berakhir di pembuangan sebagai kotoran. Anekdot itu cukup populer di tengah masyarakat terkait dengan pola konsumsi seseorang. Lantas, pola konsumsi seperti apa yang bisa memicu feses berbau menyengat?

Feses, kotoran, tinja, tahi, dan sebutan lainnya merupakan output dari proses pencernaan seseorang. Ketika makanan masuk melalui rongga mulut, ia akan melewati banyak organ pencernaan hingga berakhir menjadi kotoran.

Pada dasarnya, kotoran atau feses ini memang sudah beraroma tidak sedap. Namun, ada beberapa makanan atau minuman, yang ketika dikonsumsi, bisa menyebabkan kotoran lebih bau daripada biasanya, semisal:

  • Makanan berlemak

Feses berbau busuk dan terlihat berminyak atau berlemak menandakan adanya gangguan pencernaan, terutama pada proses pencernaan lemak. Ya, apabila seseorang mengonsumsi aneka olahan daging berlemak, bersantan, dan juga kue-kue yang mengandung banyak mentega, maka tak perlu heran kalau feses berbau menyengat.

  • Makanan dengan kadar gas tinggi

Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung sulfur, usus akan bekerja lebih keras untuk mencernanya. Beberapa makanan yang mengandung sulfur seperti sayur-mayur, produk susu, telur, dan aneka daging. Apabila seseorang mengonsumsi jenis makanan tersebut secara berlebihan dan setiap hari, maka gas sulfur di dalam usus akan meningkat dan membuat fesef berbau menyengat.

  • Makanan dengan gula buatan

Gula buatan sebenarnya banyak ditemukan di dalam makanan yang diklaim bebas gula. Ya, untuk mengurangi jumlah kalorinya, gula alami dalam makanan biasanya diganti dengan sorbitol. Sorbitol ini sebenarnya bekerja mirip pencahar usus dengan menarik air ke usus besar dan menginduksi diare. Nah, kalau sudah begitu, bisa dipastikan feses berbau menyengat.

  • Makanan cepat saji atau junk food

Makanan cepat saji atau junk food mengandung banyak sekali gula dan lemak. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kedua bahan itu dapat membuat feses berbau menyengat. Hampir sebagian orang yang mengalami ini karena di dalam dirinya tidak terdapat banyak enzim pemecah lemak sehingga menunda proses pencernaan. 

Semakin lama makanan berada di dalam sistem pencernaan, akan menghasilkan banyak gas dari tubuh. Keadaan ini yang membuat kotoran lebih bau. Terlepas dari itu, junk food juga memiliki banyak bahan sintetis sehingga berpotensi besar mengganggu sistem pencernaan.

  • Obat-obatan secara rutin

Beberapa obat dilapisi dengan gula yang sulit untuk dicerna dan dapat memfermentasikan kotoran hingga berbau tidak sedap. Jika kotoran mulai menghasilkan bau seperti itu, segera ganti jenis pengobatan yang sedang dijalani. Tentunya ini harus sesuai instruksi dari dokter.

  • Alkohol

Tak hanya makanan saja yang bisa menyebabkan feses berbau menyengat. Mengonsumsi minuman beralkohol terlalu banyak juga bisa menjadi faktor pemicu kotoran beraroma tidak sedap.

Hal ini dikarenakan kadar alkohol yang terlalu tinggi di dalam darah bisa memberikan efek negatif pada organ dalam, khususnya perut, usus besar, dan usus kecil. Di sini, alkohol akan memengaruhi kondisi dinding usus serta bakteri baik di dalam usus, sehingga memicu kontraksi perut, diare, dan terjadinya perubahan aroma pada kotoran.

Jadi, semakin banyak seseorang mengonsumsi alkohol, maka akan semakin banyak gas sulfat yang dibuat oleh bakteri usus, dan semakin bau juga kotoran serta buang angin atau kentut kamu.

Itulah kira-kira jenis makanan, termasuk minuman, yang apabila kita konsumsi bisa membuat feses berbau menyengat. Perlu diketahui bahwa seseorang boleh saja tidak peduli dengan bau fesesnya sendiri, tetapi bukan tidak mungkin pola konsumsi di atas bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh karenanya, tetap jaga pola konsumsi dan pola hidup tetap sehat, ya.