Hati-Hati dalam Membeli, Madu Manuka Banyak yang Palsu

Indonesia sebagai negara tropis barang tentu memungkinkan beragam jenis tumbuhan tumbuh dan hidup dengan subur. Tumbuhan punya beragam manfaat bagi manusia, termasuk dijadikan sebagai sumber atau bahan makanan. Salah satu bahan makanan yang berasal dari tumbuhan adalah madu. Sayangnya, banyaknya jenis tumbuhan di Indonesia belum cukup bagi negara ini punya madu manuka sendiri.

Madu manuka dikenal oleh orang Indonesia lantaran New Zealand mengimpor produk tersebut. Madu manuka berasal dari serbuk atau sari-sari tumbuhan manuka. Manuka tumbuh dengan baik di negara-negara Oceania, mulai dari New Zealand hingga Australia.

Ketika pertama kali masuk ke pasar Indonesia, madu manuka langsung menarik perhatian. Alasannya sederhana, jenis madu ini digadang-gadang memiliki manfaat berkali-kali lipat jika dibandingkan madu-madu jenis lainnya.

Manfaat berkali-kali lipat itu tak lepas dari nutrisi yang terkandung di dalamnya. Sebenarnya, jenis nutrisi yang tersedia hampir sama saja, semisal asam amino; kelompok vitamin B, vitamin B6, B1, B3, B2, dan B5; kalsium; tembaga; zat besi; magnesium; mangan; fosfor; kalium; sodium; hingga seng, tetapi di dalam madu manuka, jumlah kandungan tersebut bisa empat kali lipat lebih banyak.

Dari sinilah muncul klaim atau anggapan-anggapan bahwa rutin mengonsumsi madu—utamanya madu manuka, dapat membawa dampak positif terhadap kesehatan tubuh kita, terlebih di era pandemi seperti sekarang ini. Ohya, istilah yang disepakati untuk menyebut kondisi tersebut adalah  UMF atau Unique Manuka Factor.

Berdasarkan penjelasan di atas, sepertinya menarik menantikan manfaat yang bisa diberikan oleh madu manuka. Namun, sebelum itu seseorang kiranya perlu mengetahui sedikit informasi dalam menemukan dan menentukan produk madu manuka terbaik. Pasalnya, di pasaran banyak beredar produk yang kemungkinan besar tidak sesuai dengan harapan kita. Berikut ini cara mengetahui produk madu manuka yang baik: 

Rating minimum untuk madu Manuka adalah UMF5. Akan tetapi, madu UMF Manuka tidak dianggap bermanfaat kecuali kalau madu tersebut mengandung aktivitas antibakteri sebesar UMF10+. UMF Manuka yang mengandung aktivitas antibakteri di antara UMF10 sampai UMF15 dianggap sebagai madu yang memiliki manfaat yang tinggi. Bila UMF Manuka mengandung sampai di atas UMF16, maka madu tersebut dianggap memiliki manfaat superior.

Madu manuka yang asli memiliki setidaknya empat ciri, di antaranya:

  • Ada label UMF pada kemasan;
  • Madu ini berasal dari perusahaan di New Zealand yang berlisensi UMF dan dilabeli di negara tersebut;
  • Terdapat nama perusahaan UMF dan nomor lisensi di label;
  • Terdapat rating UMF di kemasan. Ukuran Rating UMF antara 5-16+.

Menurut asosiasi UMF, UMF rating biasanya dinilai dari aktivitas antibakteri pada madu yang dibandingkan dengan disinfektan (phenol). The Active Manuka Honey Association (AMHA) adalah asosiasi yang mengetes madu-madu ini.

Bila UMF rating mencapai 20+, kekuatan antibakteri di dalam madu tersebut setara dengan cairan phenol berkonsentrasi 20%. UMF rating yang ideal bervariasi tergantung dengan kebutuhan Anda. Penelitian di laboratorium mengusulkan bahwa madu Manuka yang memiliki rating UMF sebesar UMF 12-UMF15 efektif untuk menyerang berbagai macam bakteri yang sangan resisten.

Sebagai informasi pelengkap, berikut adalah penjelasan rating UMF:

  • 0-4: bukan untuk terapi;
  • 4-9: memiliki kandungan atau kegunaan yang sama dengan madu-madu biasa;
  • 10-14: dapat membantu sebagai penyembuhan penyakit tertentu dan menyeimbangkan bakteri dalam tubuh;
  • 15+: memiliki kandungan phenol superior yang dapat digunakan sebagai terapi penyakit tertentu. Akan tetapi, tidak boleh dikonsumsi lebih dari 1 sendok makan setiap kalinya.

Setelah mengetahui cara menentukan madu manuka yang asli dan palsu, pastikan kamu menerapkannya, ya, ketika hendak membawa pulang produk ini. Pahamilah bahwa produk asli dengan kualitas terbaik pastinya akan memberikan manfaat yang baik pula bagi tubuhmu.