Apakah Lama Pendarahan Setelah Keguguran Tanpa Kuret Berbahaya?

Keguguran tanpa kuret umumnya tidak membahayakan ibu apabila janin yang gugur masih berusia 10 minggu atau kurang. Apabila usia kehamilan di atas 10 minggu, keguguran yang terjadi berisiko tidak lengkap (incomplete miscarriage). Artinya, masih ada sisa jaringan janin di dalam rahim. Sebaiknya jaringan itu segera dikeluarkan agar tidak memicu komplikasi berbahaya pada tubuh ibu.

Salah satu perbedaan darah haid dan darah keguguran adalah dari durasinya

Keguguran ada banyak jenisnya, dan masing-masing bisa membutuhkan perawatan yang berbeda. Jadi, tidak semua keguguran membutuhkan prosedur kuretase.

  1. Keguguran tanpa kuret dengan cara alami

Keguguran yang terjadi pada masa awal kehamilan, umumnya terasa seperti menstruasi tapi sedikit lebih menyakitkan. Kondisi ini akan diawali dengan munculnya bercak-bercak darah dengan peningkatan volume, disertai dengan munculnya gumpalan-gumpalan yang merupakan jaringan janin. Perdarahan akibat keguguran saat hamil muda ini, biasanya akan terjadi selama satu hingga 2 minggu. 

Namun, pendarahan yang disertai gumpalan dan aliran darah yang lebih deras hanya terjadi selama beberapa hari. Dalam dua minggu tersebut, darah tidak selalu mengalir dengan deras. Setelah itu, jika menurut dokter rahim dirasa sudah bersih, maka Anda pun bisa melalui cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret. Untuk mendampingi proses ini, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri untuk membantu meredakan kram. Setelah mengalami keguguran ini, normalnya siklus menstruasi akan terjadi dalam jangka waktu 4 sampai 6 minggu setelah keguguran.

  1. Obat untuk mengatasi keguguran tanpa kuret

Keguguran tanpa kuret bisa dilakukan dengan minum obat khusus. Obat berisi hormon prostaglanding bisa memfasilitasi keguguran tanpa kuret. Selain metode alami dengan menunggu, cara mengeluarkan janin tidak berkembang tanpa kuret juga bisa dilakukan dengan obat jenis tertentu. Sehingga, ibu yang mengalaminya tidak perlu melalui proses kuretase.

Sebagai cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan khusus bagi ibu. Ini akan membantu keluarnya janin gugur secara lebih cepat. Obat yang dipilih sebagai cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret ini mengandung hormon prostaglanding. Nantinya, hormon ini akan memicu reaksi yang sama dengan proses menunggu janin yang gugur dan keluar dengan sendirinya. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan jadi jauh lebih singkat.

Jika pada cara membersihkan rahim setelah keguguran tanpa kuret dengan menunggu dibutuhkan beberapa hari hingga minggu, proses dengan bantuan obat ini akan selesai hanya dalam waktu beberapa jam. Selama proses menunggu keluarnya jaringan janin yang gugur, Anda biasanya akan dianjurkan untuk beristirahat di rumah sakit.

Saat obat sudah mulai bekerja, maka perdarahan akan mulai terjadi. Darah yang keluar awalnya berjumlah sedikit, tapi lama-kelamaan akan semakin banyak dan disertai dengan gumpalan-gumpalan. Rasa kram di perut juga akan mulai muncul.

Tidak semua keguguran harus dikuret. Namun, ibu harus menyadari tanda keguguran yang dialami, yaitu

  • Nyeri punggung bawah
  • Bercak darah atau gumpalan jaringan dari jalur lahir
  • Kram perut
  • Pendarahan
  • Demam
  • Lemas

Keguguran yang tidak dikuret boleh dilakukan. Asal, seluruh sisa jaringan janin sudah keluar dari rahim. Dalam istilah medis, jenis keguguran ini disebut juga abortus komplit.

Keguguran tanpa prosedur kuret memang bisa menjadi pilihan untuk beberapa ibu. Namun, ada beberapa kondisi yang memang sangat membutuhkan kuretase, seperti ini.

  • Perdarahan yang keluar sangat banyak
  • Jaringan janin tidak keluar sepenuhnya (masih ada yang tertinggal di rahim)
  • Keguguran memicu kondisi lain yang membahayakan ibu
  • Keguguran terjadi saat usia janin sudah cukup besar
  • Ibu ingin segera menyelesaikan proses pengeluaran janin tanpa harus menunggu lama

Jadi, lama pendarahan setelah keguguran tanpa kuret tidak berbahaya bagi ibu hamil yang mengalami keguguran saat usia kehamilan di bawah 10 minggu. Jika usia kehamilan di atas 10 minggu, sangat disarankan untuk melakukan kuretase. Hal ini bertujuan agar sisa – sisa janin tidak tertinggal di dalam rahim. Justru jika tidak dibersihkan dengan cara kuretase, ini yang nantinya akan membahayakan.