Akibat Anak Tidak Melakukan Vaksin TBC

Bayi perlu mendapatkan vaksin sejak baru lahir untuk mencegah risiko penularan penyakit berbahaya. Salah satu penyakit berbahaya tersebut yaitu penyakit TBC. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang biasanya menyerang paru-paru, oleh karenanya penting bayi mendapatkan vaksin TBC atau imunisasi BCG (bacille Calmette-Guerin). 

Vaksin yang digunakan untuk imunisasi BCG terbuat dari kuman Mycobacterium bovis yang sudah dilemahkan. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh pada anak dari berbagai penyakit berbahaya. Oleh karena itu, pemberian imunisasi BCG sangat penting. Lalu bagaimana jika anak yang tidak melakukan imunisasi BCG? Apa dampak jika bayi tidak mendapat imunisasi BCG? Berikut beberapa dampak jika bayi tidak imunisasi:

  1. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

Jika seseorang semasa kecilnya tidak mendapatkan vaksin TBC atau imunisasi BCG, maka Sistem kekebalan yang dimilikinya tidak akan sekuat orang yang menerima imunisasi BCG. Ini karena tubuh tidak mampu mengenali virus penyakit yang masuk ke tubuh sehingga tidak bisa melawannya. Terlebih jika anak tersebut tidak menerima vaksin dan kemudian jatuh sakit, ia dapat menularkannya ke orang lain sehingga membahayakan lingkungan sekitarnya.

  1. Membahayakan Sekitarnya

Perlu diingat bahwa imunisasi tidak hanya berfungsi sebagai benteng pertahanan anak, tetapi juga berperan untuk mencegah penularan penyakit dari orang ke orang. Perlu diketahui bahwa salah satu dampak dari tidak melakukan imunisasi bukan memengaruhi kesehatan anak saja. Anak-anak lain dan orang lain juga akan merugi jika program imunisasi tidak merata, bahkan bisa mengalami gangguan kesehatan pada bayi baru lahir.

Jika anak kamu tidak mendapatkan imunisasi, virus dan kuman dalam tubuhnya bisa dengan mudah menyebar ke sekitarnya. Terlebih jika orang di sekeliling juga belum atau tidak pernah mendapat imunisasi dan daya tahan tubuhnya sedang lemah. Pada akhirnya, penyebaran penyakit akan berubah menjadi wabah penyakit dan akan menyebar ke lingkungan sehingga menimbulkan kasus jangkitan penyakit dan kematian yang lebih banyak. 

Telah melakukan vaksin TBC bukan berarti anak terbebas dari penyakit yang bersangkutan. Penyakit yang berhubungan dengan imunisasi masih saja mungkin terjadi, hanya dampaknya tidak separah jika anak tidak menerima vaksin. Oleh karena itu, kamu tetap perlu menjaga kesehatan dan kebersihan anak agar selalu terjaga.

  1. Berisiko Mengalami Komplikasi 

Anak yang tidak mendapat vaksin sejak kecil memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan pada bayi bahkan kematian. Hal ini karena tubuhnya tidak mendapatkan kekuatan dari sistem pertahanan khusus yang mampu mendeteksi jenis-jenis penyakit berbahaya tertentu. Tubuh tidak mengenali virus penyakit yang masuk sehingga tidak bisa melawannya. Hal ini akan membuat kuman penyakit semakin mudah berkembang biak dan menginfeksi tubuh anak.

Untuk mencegah penyakit TBC, anak sebaiknya diberikan imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG). Vaksin BCG dapat diberikan sejak lahir, imunisasi ini bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap tubuh. Untuk memberikan vaksin BCG pada bayi di atas usia 3 bulan, ada baiknya dilakukan terlebih dahulu uji tuberkulin, dan BCG dapat diberikan kepada bayi apabila hasil dari tuberkulin negatif.

Vaksin TBC merupakan salah satu vaksin yang wajib diberikan untuk mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis (TBC). Sehingga sangat penting untuk memberikan vaksin ini sedari dini agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya. Imunisasi BCG ini termasuk program pemerintah dan diberikan hanya satu kali seumur hidup. Apabila sedari bayi anak tidak diberikan vaksin ini, dikhawatirkan nantinya kekebelan tubuh anak lemah dan mudah terserang penyakit berbaya seperti TBC.